Pengumuman Abstrak Terpilih

29
Juni

Pengumuman Abstrak Terpilih TICA 2018 dapat dilihat di menu Notifikasi. Selamat berjuang kembali bagi para peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. Mohon mengikuti petunjuk selanjutnya yang tertera pada pengumuman. Sampai bertemu di kampus Tokyo Institute of Technology!

Publikasi di Indonesia dan Peran Mahasiswa

Credit:Shutterstock/alexskopje
25
Juni

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu negara diindikasikan dengan banyaknya hasil penelitian yang dipublikasikan dan dimanfaatkan. Publikasi di jurnal ilmiah merupakan salah satu luaran dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti dan akademisi. Saat ini jumlah publikasi Indonesia di tingkat internasional masih tergolong minim.

Meskipun begitu, terjadi peningkatan jumlah publikasi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, jumlah publikasi ilmiah Indonesia terindeks Scopus per 6 April 2018 berhasil melampaui Singapura dan Thailand. Adapun jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia sebanyak 5.125 buah, Singapura dan Thailand masing-masing 4.948 dan 3.741 buah. Sementara itu, Malaysia unggul dengan berhasil mengumpulkan 5.999 publikasi ilmiah. Hingga per 8 Mei, publikasi ilmiah internasional sebanyak 8.269 jurnal atau berhasil melampaui Singapura yang berjumlah 6.825 jurnal.

Meskipun dari segi kuantitas jumlah publikasi meningkat namun dari sisi kualitas, sitasi atau daftar pustaka dari sebuah publikasi yang dikutip oleh orang lain masih rendah.  Sebenarnya, banyak jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa Indonesia yang tidak kalah dengan peneliti dari luar negeri. Bahkan, berhasil menembus berbagai jurnal internasional. Hanya saja, jurnal ilmiah karya mahasiswa Indonesia masih kalah dalam pencapaian indeks sitasi dibanding dengan jurnal dari negara lain. Indeks sitasi merupakan salah satu indikator dari kualitas publikasi. Banyak tidaknya peneliti lain yang mengutip publikasi jurnal ilmiah tersebut menjadi cerminan dari tingkat kualitas sebuah riset.

Publikasi ilmiah internasional Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju dan negara-negara tetangga disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  1. Kurangnya peneliti dari dosen
    Para dosen dibebani jam mengajar cukup banyak sehingga alokasi waktu untuk penelitian kurang.
  2. Minimnya akses referensi untuk penulisan publikasi
    Salah satu syarat dalam publikasi internasional adalah penggunaan referensi yang mutakhir (10 tahun terakhir) dan berasal dari sumber primer (jurnal/ konferensi). Hal ini menjadi kendala karena adanya keterbatasan akses terhadap database e-journal yang berkualitas. Tidak banyak institusi yang melanggan database tersebut karena harga berlangganan yang mahal.
  3. Sarana penelitian
    Publikasi penelitian yang baik berasal dari hasil penelitan yang baik yang ditunjang oleh sarana dan prasarana penelitian yang mendukung. Saat ini hanya perguruan tinggi dan lembaga penelitian besar dan sebagian besar berada di Jawa yang memiliki sarana memadai, dan di luar Jawa sangat minim sekali sarana sehingga menyebabkan terhambatnya proses penelitian. Kerjasama antar perguruan tinggi dalam penggunaan sarana penelitian belum banyak dilaksanakan.
  4. Kolaborasi penelitian
    Kolaborasi penelitian merupakan kunci utama untuk peningkatan kualitas publikasi dimana dengan kolaborasi maka akan saling melengkapi, sehingga bagi lembaga yang sudah maju dan penulis yang sudah berpengalaman akan menjadi lokomotif untuk menarik penulis yang masih dalam tahap belajar penelitian dan publikasi. Oleh karena itu perlu diupayakan kerjasama penelitian baik di Indonesia maupun di luar negeri. Peneliti asing yang melakukan penelitian di Indonesia diharapkan dapat dioptimalkan perannya bukan hanya mengambil objek penelitian di Indonesia tapi dapat dijadikan mitra penelitian oleh para peneliti di Indonesia. Kerjasama penelitian internasional dapat menghasilkan kualitas penelitian yang lebih baik. Dampak lebih lanjut dari kerjasama ini adalah dilakukannya kolaborasi dalam penulisan publikasi ilmiah di jurnal internasional.
  5. Pembimbingan publikasi internasional
    Kriteria jurnal dan aturan penulisan di jurnal internasional saat ini masih belum dipahami oleh penulis di Indonesia sehingga banyak tulisan yang baik ada di jurnal yang salah dan kualitas tulisan belum sesuai kaidah yang dipersyaratkan. Pengelola jurnal internasional juga mensyaratkan penggunaan tool dalam penulisan yang belum dipahami oleh penulis. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi penulis sehingga karyanya dapat dipublikasi di jurnal internasional bereputasi.
  6. Minimnya jurnal Indonesia bereputasi internasional
    Hasil penelitian di Indonesia sebagian besar masih dipublikasikan di jurnal internasional. Hal ini disebabkan karena rendahnya jumlah jurnal Indonesia yang bereputasi internasional terindeks Scopus. Sampai dengan Mei 2016 hanya terdapat 25 jurnal. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas jurnal Indonesia dengan cara memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh lembaga pengindeks bereputasi baik (Scopus dan atau Web of Science).

Saat ini kebutuhan untuk mempublikasikan hasil penelitian sudah sangat mendesak dan menjadi suatu hal yang wajib, seiring dengan keluarnya surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 152 tahun 2012, dimana setiap sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk dapat lulus harus mempublikasikan tugas akhirnya di jurnal nasional, nasional terakreditasi dan internasional. Selain itu, kenaikan jenjang kepangkatan beberapa jabatan fungsional telah mempersyaratkan untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian dan pemikiran dalam jurnal ilmiah. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional.

Selain kebijakan tersebut, berbagai upaya dan strategi kebijakan untuk meningkatkan publikasi ilmiah Indonesia di internasional perlu dilakukan diantaranya dengan berlangganan akses database jurnal secara terintegrasi oleh pemerintah. Selain itu pelatihan dan pendampingan publikasi di jurnal internasional, percepatan jurnal Indonesia terindeks di lembaga pengindeks internasional bereputasi, serta penghargaan dan insentif publikasi di jurnal internasional perlu ditingkatkan. Lalu dimanakah peran mahasiswa dalam upaya peningkatan publikasi internasional?

Mahasiswa memegang peranan penting dalam peningkatan jumlah publikasi di Indonesia. Setelah adanya kebijakan untuk wajib mempublikasikan tugas akhirnya di jurnal nasional, nasional terakreditasi dan jurnal internasional, maka mahasiswa berpotensi menjadi penyumbang dalam peningkatan publikasi. Mahasiswa perlu memaksimalkan riset dan diskusi dengan dosen pembimbing. Untuk meningkatkan kualitas riset sehingga dapat dijadikan artikel jurnal berkualitas, maka kolaborasi antara lembaga penelitian, dosen dan mahasiswa perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat serius dalam melaksanakan risetnya dan belajar menulis artikel ilmiah dengan baik sehingga dapat diterima di jurnal nasional, terakreditasi nasional dan internasional. Dengan adanya kerjasama antara mahasiswa, dosen, dan lembaga penelitian maka perlahan tapi pasti, peningkatan publikasi Indonesia di tingkat Internasional dapat tercapai.

Tips Menulis Artikel Ilmiah yang Baik

25
Mei

Scientific paper terdiri dari 2 macam yaitu research paper dan review paper yang merupakan technically written. Oleh karena itu sangat perlu untuk diingat bahwa dalam penulisan haruslah menggunakan data yang akurat dan tidak memasukkan unsur felling atau perasaan kedalam penulisan sebuah paper.

Secara umum ada 4 bagian utama dari sebuah paper yaitu IMRad: Introduction, materials and methods, results, and discussion.

  1. Tips menulis judul:
    • Sebisa mungkin gunakan sedikit kata yang menggambarkan paper secara utuh.
    • Maksimal hanya 2 baris.
  2. Tips menulis abstrak:
    • Abstrak merupakan versi mini dari paper.
    • Sajikan rangkuman secara rinkas yang mencakup setiap bagian dalam paper.
  3. Tips menulis abstrak:
    • Abstrak merupakan versi mini dari paper.
    • Sajikan rangkuman secara rinkas yang mencakup setiap bagian dalam paper.
  4. Tips menulis introduction:
    • Merupakan bagian tersulit oleh karena itu, berikan informasi yang komprehensif mengenai latar belakang sehingga pembaca dapat memahami mengenai mengapa penelitian yang ada di paper tersebut dan memberikan gambaran pada pembaca untuk mengetahui hasil.
    • Introduction sebaiknya dimulai dengan ide yang bersifat lebih umum kemudian diikuti oleh ide yang lebih spesifik sesuai topik dari penelitian tersebut.
    • Sangat penting untuk menuliskan tujuan dari penelitian dengan singkat dan jelas.
    • Perlu diperhatikan cara penulisan sitasi.
    • Tuliskan metode yang digunakan untuk menginvestigasi.
    • Jelaskan mengenai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan apa spesialnya penelitian yang penelitian saat ini.
    • Perhatikan syntax dan singkatan.
    • Menuliskan motivasi
    • Harus menarik
  5. Tips menulis materials and method:
    • Deskripsikan mengenai desain eksperimen.
    • Pada dasarnya mejawab pertanya “dimana, kapan, dan bagaimana” penelitian yang telah dikerjakan.
    • Mendeskripsikan dengan lengkap dan jelas mengenai komponen-komponen dalam penelitian, sehingga pekerjaan tersbut dapat dilakukan kembali oleh pembaca.
    • Disaranklan agar menuliskan metode sesuai alur penelitian “kronologis”.
  6. Tips menulis hasil:
    • Menggambarkan secara keseluruhan penelitian yang dilakukan dan tidak mengulang materials and methods.
    • Menyajikan data dan observasi secara jelas.
    • Hindari menulis hasil dengan banyak ide pada 1 paragraf, lebih baik dipisah 1 paragraf 1 ide gagasan pokok.
    • Perlu diingat ada 3 cara penyajian data yaitu:
      1. Tabel : presisi dan nilai eksak
      2. Figur : contohnya grafik untuk menunjukkan kecendrungan dan trend data
      3. Teks : jika data sangat sedikit
  7. Tips menulis diskusi:
    • Menyajikan prinsip, hubungan, dan hasil secara umum.
    • Menjelaskan hubungan teori dan hipotesis dengan hasil yang didapat.
    • Menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara jujur dan singkat.
    • Tuliskan dengan kalimat yang jelas, pasti, dan konkret. Hindari penyampaian secara samar-samar dan abstrak. (AS)

RANGKAIAN ACARA TICA 2018

25
Apr

Tokyo-Tech Indonesia Commitment Award (TICA) merupakan ajang kompetisi paper bagi mahasiswa S1 di Indonesia yang diselenggarakan oleh PPI Tokyo Institute of Technology (Tokodai). Acara ini telah berlangsung selama 9 tahun berturut-turut dan selalu mengundang finalis terpilih untuk presentasi karya ilmiahnya di Tokyo.

Tahun ini kompetisi TICA diselenggarakan dengan mengangkat tema "Integrity to Empower The Nation" yang dilandasi bonus demografi yang akan kita hadapi beberapa tahun ke depan. Banyaknya jumlah penduduk usia produktif merupakan tantangan dan peluang yang harus disiapkan, disini TICA 2018 ingin turut serta berperan dalam menyiapkan SDM berkualitas dengan rangkaian acara yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan Pre-event TICA 2018, ada beberapa hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, salah satunya adanya kegiatan Pre-Event TICA yaitu live webinar menggunakan platform Youtube tentang "Ngobrolin Studi di Jepang Yuk!" yang berhasil diselenggarakan pada 07 April 2018 kemarin. Acara Webinar ini sukses mendapat antusiasme dari teman-teman mahasiswa S1 di Indonesia berdasar dari jumlah pendaftar Webinar ini mencapai lebih dari 900 peserta. Kegiatan ini berlangsung lancar dengan mengundang pembicara Mas Suko (Post-doctoral Researcher di Yokohama University, alumni S2 dan S3 Tokyo Tech) dan Mas Asdy (Awardee LPDP dan alumni dari Universitas Hasanuddin).Penyampaian materi pertama oleh Mas Asdy yaitu mengenai LPDP dan pengalaman pribadi beliau mendapatkan beasiswa LPDP. Kemudian dilanjut penyampaian materi dari Mas Suko meliputi apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat studi di Jepang jika ingin melamar beasiswa setelah tiba di Jepang, serta bagaimana pentingnya porsi riset dalam studi pascasarjana di Jepang.

Berbicara tentang acara inti dari TICA 2018 itu sendiri sebenarnya merupakan kompetisi paper yang pendaftarannya mulai dibuka pada pertengahan April ini dengan penerimaan extended abstract . Format kompetisi paper pada tahun ini juga sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, dimana akan ada 10 finalis yang diundang ke Tokyo untuk presentasi karya ilmiahnya (hanya 3 finalis terpilih yang dibantu akomodasi oleh panitia). Semakin ditambah jumlah finalis yang dapat hadir pada Main Event di Tokyo, tentunya kesempatan untuk menjadi finalis dan mempresentasikan karya ilmiah di Tokyo semakin besar.

Pengumpulan karya dapat dilakukan mulai dari tanggal 20 April 2018 di web TICA 2018 hingga tanggal 20 Mei, dimana pengumuman extended abstract terpilih diberitahukan lewat e-mail pada bulan Juni 2018. Bagi yang lolos, akan diminta mengumpulkan manuskip dalam bahasa Inggris yang nantinya akan diajukan publikasi di Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST) yaitu jurnal berskala Internasional (masih dalam konfirmasi) atau LIPI. Seleksi selanjutnya adalah online Interview dilaksanakan pada Agustus 2018, tujuan dari seleksi ini adalah untuk menentukan 3 peserta yang layak mendapatkan bantuan akomodasi dari panitia.

Sebanyak 10 finalis terpilih akan mepresentasikan karya ilmiahnya pada Main Event TICA yang diadakan di Tokyo pada 27 Oktober 2018. Pada acara ini, akan ditentukan pemenang juara I, II, dan III kompetisi paper. Tak hanya itu, akan diadakan juga seminar motivasi terkait tema Integritas yang akan disampaikan oleh pembicara terkenal.

Jadi bagi teman-teman yang masih berstatus mahasiswa S1 dalam bidang Sains dan Teknologi, mari ikut berpartisipasi dalam kompetisi paper TICA 2018. Kepada 3 finalis terpilih akan mendapatkan bantuan akomodasi, karya ilmiah yang dipublikasikan, serta uang tunai yang menarik.

Keterangan lebih lanjut tentang TICA 2018 dapat ditelusuri di web tica.ppitokodai.com, jangan lupa juga memeriksa laman Frequently Asked Question (FAQ) kami. Jika masih ada pertanyaan lebih lanjut, hubungi kami di e-mail tica@ppitokodai.com. Bagi yang tertarik bekerjasama dengan kami dalam bentuk Media Partner atau Sponsorship, silakan menghubungi kami melalui e-mail. (FN)

Sekilas Tentang TICA

Tokyo-Tech Indonesian Commitment Award (TICA) merupakan acara tahunan dari PPI Tokodai yang bertujuan untuk mendukung dan mempromosikan penelitian terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. TICA hadir untuk mengajak mahasiswa sarjana di Indonesia untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam lomba riset demi tercapainya tujuan tersebut.

PPI Tokodai berkomitmen untuk berbagi pengalaman riset dengan mengajak para pemenang lomba paper untuk setiap kategori dengan mengundang mereka ke Jepang. Selain berbagi pengalaman riset, hal ini juga dilakukan demi memotivasi para sarjana-sarjana muda di Indonesia untuk terus berusaha mencari solusi bagi permasalahan di Indonesia dari sudut pandang ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu rangkaian pada acara puncak TICA adalah adanya seminar dari tokoh inspiratif. TICA berharap dengan adanya seminar tersebut, anggota PPI Tokodai, pemenang TICA, dan tidak menutup kemungkinan dari khalayak umum, untuk terus terpacu dalam melakuakn riset dan mengambil peran untuk melakukan perubahan

TICA 2017 mengangkat tema Responsible Innovation for National Self-Reliance. Self-reliance atau bisa diterjemahkan sebagai kemandirian menjadi suatu elemen penting untuk mencapai perkembangan yang berkelanjutan, teurtama pada negara-negara berkembang. Maka dari itu, TICA diadakan untuk berkontribusi menjawab tantangan Indonesia di masa yang akan datang. Terkait dengan tantangan tersebut, beberapa studi menunjukkan hasil bahwa dibutuhkan suatu model pengembangan untuk negara-negara berkembang dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan yang berlebihan kepada negara-negara asing. Melalui terobosan dalam bidang sains dan teknologi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat meningkat dengan cepat. Kami ingin merangkul semangat pelajar Indonesia untuk mengikuti kompetisi paper ini. Kami berharap dapat menumbuhkan minta pelajar Indonesia dalam bidang sains dan teknologi serta meningkatkan semangat nasionalisme untuk membawa Indonesia menjadi lebih mandiri.

TICA akan hadir kembali di 2018. Apakah tema yang akan diusung pada TICA 2018 ini?Nantikan segera pengemuman selanjutnya.